Showing posts with label Scooter. Show all posts
Showing posts with label Scooter. Show all posts

Vespa Primavera 150

Piaggio akhirnya merilis secara resmi bentuk Vespa Primavera 2014, Melihat tampilannya, bisa dipastikan skuter ini bukan versi facelift dari Vespa LX yang sudah beredar sejak dua tahun lalu.
Vespa Primavera benar-benar vespa model baru yang dibekali teknologi serta mesin yang lebih canggih. Tak heran jika Primavera diprediksi akan menjadi primadona baru bagi skuteris pecinta vespa modern di Indonesia.
Prediksi kami bukannya tanpa alasan. Kami punya empat alasan mengapa Primavera segera jadi idola jika ia juga akan dirilis di jalanan Indonesia.



Harga VESPA Primavera 2014 | Surabaya - Jawa Timur

TipeHarga

 Vespa Primavera

Rp. 33.800.000


Data spesifikasi umum Vespa Primavera 2014:

  • Model motor : Skuter/matic, Vespa Primavera 125/150
  • Tenaga : 10.7 hp (125cc)/12.9 hp (150cc)
  • Kapasitas bahan bakar : 8 liter
  • Tinggi kursi : 780mm
  • Pilihan warna : KLIK DISINI



1. Desain ala Vespa 946

Jika Ganlobers teliti, Primavera memiliki ciri desain yang serupa dengan Vespa 946 yang klasik-futuristik. Terlebih pada bagian dasi depan yang lebih ramping lalu menggelembung di bawah. Ditambah lagi dimensi buritan yang lebih ramping jika dibanding versi LX, S, ataupun LXV.

Perbedaan lain yaitu pada sektor penerangan. Untuk headlamp, Primavera tetap mengandalkan lampu bulat guna menguatkan kesan klasik. Namun untuk lampu sein serta stop lamp belakang, Piaggio membenamkan LED untuk menghasilkan penerangan lebih guna meningkatkan faktor keamanan.

Perbedaan mencolok lain adalah tidak adanya lis plastik yang tersambung di bodi belakang, serta lis krom yang kini memanjang hingga bagian dek bawah.

Nantinya Piaggio akan merilis Primavera dalam enam pilihan warna, yaitu Azzurro Marechiaro (biru muda), Creta Senese (cokelat), Montebianco (putih), Rosso Dragon (merah), Blu Midnight (biru tua), dan Nero Vulcano (hitam)

2. Lebih Besar, Lebih Nyaman

Piaggio mengatakan Primavera hadir dengan sasis dan bodi baru dari baja (sebelumnya menggunakan aluminium) yang lebih besar dibanding LX, S, dan LXV. Ini berarti pengendara akan merasakan kenyamanan ekstra ketika menggunakannya untuk touring jarak jauh.

Desain joknya mirip milik Vespa GTS dan GTV yang lebih ergonomis dan mengikuti lekuk tubuh. Tidak lagi rata seperti pada model sebelumnya. Guna meningkatkan handling dan kenyamanan, Piaggio memutuskan untuk melakukan perubahan pada letak mesin dan penggunaan suspensi depan yang lebih empuk.

Untuk posisi aki, Piaggio juga melakukan perubahan. Aki Primavera ada dekat pijakan kaki. Ini membuat ruang bagasi jadi lebih luas dan kemungkinan muat untuk menampung helm full face.

3. Instrumen Klasik Namun Digital

Vespa LX dan LXV memiliki desain speedometer yang modern. Sementara Vespa S menggunakan speedometer yang terkesan Sporty. Untuk Primavera, Piaggio memilih menjaganya tetap bernuansa klasik, mirip versi di tahun 60an.

Desain berbentuk kipas. Namun untuk model ini, Piaggio menggunakan teknologi digital untuk menujukan kondisi bahan bakar serta jam. Tampilannya pun mirip dengan milik Vespa 946 dengan LCD warna biru. Sementara untuk penunjuk kecepatan, tetap konvensional dengan penggunaan jarum.

4. Mesin Terbaru 3 Valve

Mengenai dapur pacu, Piaggio akan membangun Primavera  150 cc 3V. Semuanya dibuat dengan teknologi terbaru yang memiliki daya tahan dan performa yang lebih baik.

Teknologi 3 katup disebut paling efektif karena meningkatkan kinerja katup masuk, dan meningkatkan efisiensi mesin dibanding mesin 2 katup pada vespa modern lansiran 2012.
 

Harga Motor Sekuter Matic Piaggio - Vespa 2014

NEW PRODUCT



  • New Motorcycle Prices 



PIAGGIO
CC
HARGA
MP3 YOURBAN
300 CC
Rp.  210.000.000
BEVERLY TOURING 
330 CC
Rp.  185.000.000
LIBERTY  100 RST
100 CC
Rp.    19.200.000
LIBERTY  100 S RST
100 CC
Rp.    19.700.000
VESPA
CC
HARGA
LX125
125 CC
Rp.    26.300.000
LX150 3V
150 CC
Rp.    28.900.000
LXV150 3V
150 CC
Rp.    36.800.000
VESPA S 3V
150 CC
 Rp.    32.000.000
VESPA PRIMAVERA
150 CC
Rp.    32.800.000
VESPA SPRINT
150 CC
Rp.    34.800.000
VESPA GTS SUPER
150 CC
Rp.    41.850.000
VESPA 946
150 CC
Rp.  158.000.000

* harga bersifat tentatif dan bisa berubah sewaktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
* harga on the road surabaya 
* BBN  menyesuaikan, karena aturan dan ketetapan di tiap-tiap kota berbeda.

Melayani :

  • Pembelian Tunai ataupun Kredit
  • Penjualan perseorangan atau perusahaan (fleet)
  • Penjualan Off The Road

Sumber : http://www.piaggio-vespa.com/

Vespa 150 Sprint & Vespa 150 Sprint Veloce

Lahirnya Vespa Sprint dalam medio dekade 1960’an sebagai salah satu varian scooter produksi Piaggio, terbilang cukup mencuri perhatian para scooterist di seluruh dunia. Dengan penampilan awal yang hampir menyerupai Vespa Grand Lux, Vespa 150 Sprint hadir seakan ingin melanjutkan semangat kebebasan generasi 1960’an kepada genarasi 1970’an dalam hal berkendaraan scooter tanpa harus kehilangan sentuhan stylish namun tangguh.
Hampir setiap sudut penampilan Vespa 150 Sprint diperbesar dari vespa umumnya keluaran dekade 1960’an (VNA / VNB / VBB / VBC). Memiliki ukuran ban lebih lebar (3.50X10”), box dikedua bagian kiri kanannya serta spakbor yang lebih besar dibandingkan vespa kelas super menjadikan scooter ini tampil lebih unggul dan gagah dibandingkan dengan sekelasnya (150cc).

Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat Vespa 150 Sprint seakan ingin menghidupkan kembali nuansa Vespa GL dalam bentuk lain di era 1970’an namun dengan harga yang terjangkau. Bahkan beberapa pendapat mengatakan bahwa vespa serie ini merupakan spec-drop dari Vespa GL.

Didukung oleh strategi pemasaran khas vespa, sepertinya Piaggio cukup berhasil dalam penjualan produksi vespa serie sprint, hal ini mengingat dalam variant tersebut sempat dikeluarkan dua jenis dimana keduanya memiliki perbedaan-perbedaan yang nyata dari segi penampilan maupun ketangguhan mesinnya.


VESPA 150 SPRINT

Dikeluarkan pada tahun 1965 hingga 1974, Vespa 150 Sprint merupakan generasi awal dari serie ini. Menggunakan salah satu keluarga mesin klasik 145.55 cc dengan penambahan cukup signifikan dalam hal kekuatan yaitu melalui besaran daya angkut yang diselaraskan dengan kecepatannya.

Kerangka body Vespa 150 Sprint sama dengan produk untuk Vespa GL, namun dengan sentuhan warna baru yakni silver metalik. Di sayap (fender) bagian kanan tersemat kata Vespa Sprint tersusun miring dua baris dengan style italic handwritting terbuat dari sejenis campuran alumunium yang berefek kebiru-biruan. Begitupun halnya dengan kata dibagian belakang, tertulis 150 Sprint tersusun miring satu baris yang berbahan serta material sama seperti bagian depan dan terletak agak diatas lampu bagian belakang.

Terdapat striping lurus terbuat dari alumunium pada bagian spakbor depan, box bagasi dan box mesin yang sejajar di kiri kanannya. Dengan kunci stang berbentuk oval, Vespa 150 Sprint menggunakan 2 jenis jok sesuai dengan permintaan yaitu model jok (sadle) ganda (pengendara dan penumpang) berwarna biru tua maupun dan jok panjang (single-seater).

Adapun bagian-bagian yg berlapis krum adalah baut gagang rem depan dan gagang kopling, klakson, rumah lampu belakang, ring lampu depan, kunci stang, tutup kunci stang dan kunci tutup box bagasi. Lapisan berwarna seng terdapat pada bagian-bagian seperti standar, shock bagian depan, seluruh baut dan mur serta tutup bak kopling.
Sementara itu bagian yg beraksen posfor meliputi shock bagian belakang termasuk per, baut dan murnya, serta per bagian depan. Sentuhan metal halus terdapat pada bagian gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, gantungan barang, kuku macan, jengger depan, selahan, kunci (pengkait) box mesin, gagang kran bensin, dan lis sayap depan. Bagian yg bernuansa stainless adalah rumah saklar dan lis karpet tengah yang terbuat dari karet.

Dengan stang (handlebar) model kotak seperti GL dan Super serta speedometer oval, adapun nomor serial body Vespa 150 Sprint terukir dibagian kiri dibawah box bagasi dengan kode VLB1T 1001-VLB1T 1205477 dan nomor mesin di bagian paha ayam mesin dekat pipa saluran knalpot diawali dengan kode VLB1M. Bagian-bagian lain yg memiliki warna berkesan alumunium meliputi velg, tromol depan dan belakang, tutup kipas, fork depan. Sementara itu warna lapisan anti karatnya adalah abu-abu.


VESPA 150 SPRINT VELOCE

Diproduksi antara tahun 1969 hingga 1979 mesin Vespa Sprint 150 Veloce dirancang lebih dahsyat ketimbang Vespa 150 Sprint. Dimana salah satunya adalah dengan ditanamkannya karburator berukuran 20/20 dan saringan karburator yang diperbesar.
Perubahan lainnya adalah pada knalpot yg lebih besar sehingga menghasilkan suara berbeda dari serie sebelumnya. Dengan top speed mesin mencapai 97km/h, ukuran body Vespa 150 Sprint Veloce sama dengan Vespa 150 Sprint. Veloce memiliki model baru dalam bentuk lampu depan yang membulat dengan lingkaran 130mm dan dilindungi oleh ring lampu beraksen krum. Terdapat lampu kecil yang tersambung dengan lampu depan, berwarna hijau dikelilingi oleh ring alumunium di stang bagian atas speedometer.

Speedometerpun mengalami perubahan yang kontras dibandingkan dengan Vespa 150 Sprint. Speedometer veloce dirancang sama dengan model Vespa Super serie terakhir yang berbentuk lebih kecil (clamshell), mempunyai warna putih fascia dengan maximum angka tertera 120 km/h.

Sama halnya dengan Vespa 150 Sprint, veloce memiliki logo model baru yang berbentuk hexagonal (cung) tersematkan didepan mengganti logo P/ seperti serie vespa keluaran sebelumnya.

Dengan tidak menyertakan kembali striping alumunium yang terdapat pada spakbor depan dan box kiri-kanan. Pada awal produksinya, model handgrip veloce berwarna abu-abu terang dengan lambang Piaggio hexagonal didalamnya. Pada saat perjalanan produksi warna handgrip diganti hitam juga speedometer dan karet box kiri-kanannya.

Lampu belakang yang berbentuk kotak besar seakan menyembul dari body bagian belakang berwarna merah menyala dengan reflector menyatu didalamnya dan dilindungi oleh tutup yang terbuat dari bahan plastic pada bagian atasnya dengan warna senafas warna body.

Pada perkembangannya motif tulisan bagian depan dan belakangpun ikut berubah. Tulisan vespa bagian depan menggunakan font yang lebih tegas beraksen krum dimana setiap hurufnya seakan disatukan oleh plat yang berbintik halus dan berwarna hitam dengan posisi horizontal. Sementara itu pada bagian belakang tertulis vespa v. beraksen krum ter-emboss yang dibingkai dengan bentuk segi empat memanjang dimana dasar dari tulisan tersebut berwarna hitam berbintik halus dengan posisi horizontal. Adapun bahan dan material dari pada tulisan tersebut sama dengan serie sebelumnya.

Lapisan krum terdapat pada bagian-bagian yang antara lain ring lampu depan, tutup kunci stang dan kunci box bagasi. Lapisan beraksen seng terdapat pada bagian standar, shockbreaker dan per bagian depan, baut dan mur, dan tutup bak presneleng. Aksen phosfor menghiasi shock bagian belakang (termasuk per, baut dan mur), per standar dan mur baut bagian mesin. Kesan warna metal halus terdapat pada gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, gantungan barang, jengger spakbor, selahan, kunci box mesin, kuku macan dan puteran kunci tangki. Sementara itu lapisan stainless terkesan pada rumah saklar dan lis karpet karet tengah.

Adapun nomor serial body Vespa 150 Sprint Veloce terukir dibagian kiri dibawah box bagasi dengan kode VLB1T 0150001-VLB1T 0368119. Pada perkembangannya seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada beberapa bagian sebagaimana tersebut diatas, nomor serial body pindah posisi ke sebelah kanan box mesin sama seperti produk-produk piaggio era 1980’an.
Namun demikian nomor mesin tetap berada di bagian paha ayam mesin dekat pipa saluran knalpot. Bagian lain yg memiliki warna alumunium adalah velg, tromol, tutup kipas, fork depan, dan warna lapisan anti karatnya adalah abu-abu.

Seiring dengan warna-warninya kehidupan generasi 1970’an yang dikenal dengan flower generation, Piaggio menangkap semangat ini melalui pengaplikasian warna-warna cerah dalam produk Vespa 150 Sprint Veloce. Apabila pada Vespa 150 Sprint hanya tersedia satu warna saja (silver metalik), tidak demikian halnya dengan Vespa 150 Sprint Veloce.

Veloce dari tahun ke tahun memiliki option warna yang berbeda-beda antara lain sebagai berikut: 1969-1970 warna silver metalik, 1970-1971 biru, 1971-1972 metalik putih rembulan, 1972-1973 merah, 1973-1975 hijau ascot, 1975-1976 hijau valombrossa, 1976-1979 biru marine dan abu-abu polaris.

--------------------------------------------------------------------------
Berikut ini adalah perbedaan spesifikasi
Vespa 150 Sprint dengan Vespa 150 Sprint Veloce :




VESPA 150 SPRINT
Production: 1965-1974


VESPA 150 SPRINT VELOCE

Production: 1969-1979

  • engine: single cylinder, 2-stroke
  • cylinder bore: 57,0 mm
  • piston stroke: 57,0 mm
  • cubic capacity: 145.45 cc
  • bhp at rpm: 2/4800
  • lubrication: 2%
  • carburetor: Dell'Orto SHB 16/10
  • gears: 4
  • chassis: one-piece metal pressing
  • Tank Capacity: 7,7litres (1.97 US gallons)
  • mileage: 2,1l/100Km (112mpg)
  • tires: 3.5 x 10"
  • weight: 89 kg (172lbs)
  • max. speed: 94 km/h (57mph)
  • Engine scheme: VLB1M
  • VIN scheme: VLB1T 1001-1205477
  • engine: single cylinder, 2-stroke
  • cylinder bore: 57 mm
  • piston stroke: 57 mm
  • cubic capacity: 145.45 cc
  • bhp at rpm: 8/5000
  • lubrication: 2%
  • carburetor: Dell'Orto SI 20/20
  • gears: 4
  • chassis: one-piece metal pressing
  • Tank Capacity: 7,7litres (2 US gallons)
  • mileage: 2,08l/100Km (113mpg)
  • tires: 2.75 x 9"
  • weight: 89 kg (178lbs)
  • max. speed: 97km/h (59mph)
  • VIN scheme: VLB1T 150001-368119
------------------- vespa mengalihkan duniaku ------------------

Vespa 90 Super Sprint

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBmA7oiNmJPdIbu29Xz-yr4hb0kfnlLxj5QPat1cS3_nomXYMXXaQ_IhLA0eWGanJHfWMi4HVunMWiL20G8vLr8HJVLAw28msAEsVF1_efmKFLJ23tHDOph5CT8nzpGRboM7UqOXF0uZE/s350/1965+vespa+90+ss.jpg


Vespa 90 Super Sprint, mesin berkapasitas 90 cc memiliki karakter khusus yang tidak dimiliki oleh Vespa varian yang lain. Letak ban serep yang tidak lazim (diatas dek), tool box diatas ban serep diantara stang dan jok, stang tekuk dan juga bentuk knalpot yang sangat berbeda



Dilihat dari kapasitas mesin dan bentuk bodinya, vespa ini termasuk small frame. Tapi small frame yang ini berbeda, tidak usah menunggu trend atau musim, harganya sudah selangit. Bagaimana tidak, vespa yang diproduksi antara tahun 1965 hingga 1971 ini jumlahnya hanya sedikit di Indonesia. Bahkan saya yakin banyak orang yang belum melihat secara langsung / di jalanan, karena sudah termasuk barang buruan kolektor. Pada tahun 2000 an saya pernah dengar ada 90 SS ini mau di jual dengan harga fantastis sekitar 15 jutaan, padahal kondisinya tidak full original.

ingin rasanya meminang vespa varian ini... entah sekarang harga vespa inceran para kolektor ini mencapai kisaran harga berapa .. ?

DOWNLOAD KATALOG AKSESORIS VESPA

KONTES PEMILIHAN RATU VESPA TH 1962

INILAH GAMBAR JADUL PEMILIHAN PUTRI VESPA TH 1962,YANG PEMENANGNYA AKAN DI JADIKAN BINTANG IKLAN VESPA DIJAMAN ITU DAN DUTA VESPA INDONESIA INILAH LIPUTANNYA...

FINALIS MISS VESPA
FINALIS RATU VESPA YANG DIADAKAN DI BANDUNG TH 1962

BERPOSE DIATAS VESPA
MISS SUMIATY PESERTA NO 8 BERPOSE DIATAS VESPA

TEST DRIVE
PARA RATU MENUNJUKAN KEBOLEHANYA MENGENDARAI VESPA.

3
PERAGAAN BUSANA

LADY BIKERS
LADY BIKERS,SELAMAT BUAT PARA PEMENANG KONTES RATU VESPA ,SEMOGA PHOTO INI BUAT KENANG -KENANGAN ANDA DI WAKTU TUA


http://2strokebuzz.com/wp-content/uploads/2009/01/papervespa-298x300.jpg

http://yudikusuma.webs.com/lebih_baik_naik_vespa.jpg

"Lebih baik naik Vespa"

Inilah slogan abadi bagi anak Vespa. Bagai sebuah mantra, kalimat sakti ini seolah tak ubahnya kebanggaan Enrico Piaggio, saat memperkenalkan Vespa di tahun 1946.

Tapi, tahukan bro sekalian siapa penciptanya?

Iklan ini di buat oleh Nuradi, pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1926, yang uniknya tidak memperoleh pendidikan formal di bidang periklanan. Di era 60'an, Nuradi (yang mendirikan biro iklan InterVista), melahirkan iklan skuter Lambretta dalam bentuk slide. Iklan Lambretta pun merupakan iklan pertama yang diproduksi untuk dapat ditampilkan di bioskop-bioskop. Ini merupakan prestasi tersendiri pula bagi InterVista. Lucunya, Nuradi bahkan tidak menemukan slogan yang pas untuk Lambretta.

Dalam catatan hariannya, Nuradi mengakui bahwa slogan Vespa, tak terlepas dari kekuatan biro iklan milikinya yang terletak justru pada akar budidaya Indonesianya. Pendapat ini mungkin benar, kalau kita perhatikan beberapa slogan yang diciptakan InterVista, seperti:
  • Produk susu kental manis; Indomilk .... sedaaap.
  • Produk bir; Bir Anker. Ini Bir Baru, Ini Baru Bir.
  • Produk rokok putih; Makin mesra dengan Mascot.
  • Produk skuter; Lebih baik naik Vespa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF9DOfORs-itocxk7fEEZeBMvgLfbEjCdf8fgZUlfP-cJSWHOE08HulD8nTL-i1y37P3-LPBnqYwHnLwvwNJpTODKd3c1OrqqlEO4NVXN3EE3is-SmZsO4XJxFavIsLoT8ksJl2MmYzyK1/s320/posting+vespagap.JPG
Satu hal yang menarik dari iklan-iklanya (terutama iklan Vespa), yaitu pemilihan bioskop sebagai ruang media. Pada zaman dahulu, ranah TV tidak memungkinkan menjangkau golongan “fanatik”. Selain karena jumlahnya sedikit, TV dianggap tidak efektif secara segmetasi. Layar yang juga lebih lebar ketibang TV, juga di jadikan alasan Nuradi (yang tidak ingin) iklan yang dibuat sempurna (secara tata warna dan suara) menjadi tidak nyaman untuk dilihat.

Saat ini, iklan Nuradi masih tersimpan di pusat perfilman Usmar Ismail dan Arsip Nasional RI.

ini beberapa gambar iklan vespa jaman dulu..

http://sepedaonthelpribumi050.files.wordpress.com/2010/02/untitled-1.jpg

http://i631.photobucket.com/albums/uu32/picolo05/taglinecorsa-1.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7UtowQj8-wHFFE5IqdDLxWtRasauKDIRCQD22dazSto8Av0UClBHgrlHm7-fD3g_yrMd33kkhS7vqN4M7z6bt2vvzxuBltrhAcBwGl1rp0agB5etY4cpCPeQ8ibH7UP8Uw3sabdAda-U1/s400/Vespa+Sprint+th+1972.jpg
____________________________________________________________



PROFIL PAK NURADI ..

Perintis periklanan ini bernama Nuradi. Lahir di Jakarta, tanggal 10 Mei 1926. Seperti juga banyak pelaku periklanan modern, Nuradi pun tidak memperoleh pendidikan formal di bidang periklanan. Tahun 1946-1948 ia masuk Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (darurat). Kemudian masuk Akademi Dinas Luar Negeri Republik Indonesia (1949-1950). Tahun-tahun berikutnya dia banyak mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di Foreign Service
Institute, US State Department, Washington DC. Selanjutnya belajar penelitian sosial di New School, New York (1952-1954) dan menyelesaikan studi bidang administrasi publik di Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Kemudian selama setahun belajar bahasa di Universitas Sorbone dan Universitas Besancon, Perancis.Tahun 1945, dia juga dikenal sebagai orang pertama diangkat sebagai pegawai negeri di Departemen Luar Negeri dan di Departemen Penerangan. Yang terakhir ini, karena ia juga menjadi penyiar siaran Bahasa Inggris di Radio Republik Indonesia. Antara
tahun 1946-1950, dia menjadi juru bahasa pribadi untuk Bung Karno, Bung Hatta dan Ir. Juanda dan tahun 1949 sempat menjadi kepala bagian penerjemah pada delegasi Indonesia ke Konperensi Meja Bundar di Den Haag, Negeri Belanda. Tahun 1950 dia ditunjuk untuk menjalankan misi khusus ke Uni Soviet dan menjadi anggota perwakilan tetap Indonesia di markas PBB, New York. Karier sebagai pegawai negeri telah membawanya terlibat
dalam banyak lagi tugas sebagai anggota delegasi, baik untuk kepentingan nasional, maupun internasional. Dia mengundurkan diri dari Dinas Luar Negeri pada tahun 1957, untuk bergabung dengan Perwakilan PRRI Sementara untuk
Singapura dan Hongkong.

Perjalanan hidup Nuradi di dunia periklanan dimulai ketika tahun 1961-1962 mengikuti Management Training Course di SH Benson Ltd., London, perusahaan periklanan terbesar di Eropa saat itu. Sedangkan pengalaman praktek periklanan diperolehnya melalui cabang perusahaan tersebut di Singapura. Sekembalinya ke Jakarta (1963) dia mendirikan perusahaan periklanannya sendiri, InterVista Advertising Ltd..


MERINTIS PERIKLANAN DI TV

Keberadaan TV sebagai media baru di Indonesia sejak bulan Agustus 1962, telah merangsang Nuradi untuk juga menjadikannya wahan periklanan. InterVisa tercatat sebagai perintis masuknya iklan-iklan komersial di TVRI. Tahun 1963, tiga iklan pertama (yang masih berbentuk telop) di media ini, adalah untuk klien-klien berikut:
* Hotel Tjipajung, yang kebetulan milik ayahnya sendiri.
* PT Masayu, produsen alat-alat berat dan truk.
* PT Arschoob Ramasita, yang dimiliki oleh Judith Roworuntu, sekaligus menjadi pembuat gambar untuk iklan-iklan
InterVista. Setahun setelah itu, muncul iklan skuter Lambretta. Tetapi kali ini, sudah digunakan bentuk slide, yang juga merupakan rintisan saat itu. Iklan Lambretta pun merupakan iklan pertama yang diproduksi untuk dapat
ditampilkan di bioskop-bioskop. Ini merupakan prestasi tersendiri pula bagi InterVista.

Menurut Nuradi, kekuatan InterVista terletak justru pada akar budidaya Indonesianya. Pendapat ini mungkin benar, kalau kita perhatikan beberapa slogan yang diciptakan InterVista, seperti:
* Produk susu kental manis; Indomilk ?. sedaaap.
* Produk bir; Bir Anker. Ini Bir Baru, Ini Baru Bir.
* Produk rokok putih; Makin mesra dengan Mascot.
* Produk skuter; Lebih baik naik Vespa.
Periode tahun 1963-1967 InterVista juga tercatat sebagai perusahaan periklanan pertama yang melakukan adaptasi terhadap film iklan yang berbahasa Inggris, meskipun proses produksi akhirnya masih dikerjakan di Singapura. Bahkanpada periode ini, InterVista sudah memiliki sendiri sutradara untuk membuat film-film iklan para kliennya. Salah satu film iklan yang sangat sukses saat itu adalah iklan Ardath.

KERJASAMA DENGAN ASING

Meskipun InterVista dianggap sebagai perusahaan periklanan modern pertama di Indonesia, namun ia ternyata bukanlah yang pertama melakukan kerjasama dengan perusahaan periklanan asing. Karena tahun 1960, Franklyn, perusahaan periklanan milik orang Belanda yang kemudian berganti nama menjadi Bhineka, sudah bekerjasama dengan Young & Rubicam, salah satu perusahaan periklanan raksasa dari Amerika.

Mengenai kerjasama dengan asing ini Nuradi merupakan salah satu tokoh yang sangat kuat mempertahankan ke-Indonesia-annya. ?Ini bisa mengantjam pertumbuhan pers nasional?, katanya, dan ?biro-biro iklan internasional yang berkeliaran di Jakarta dalam waktu dekat bisa memaksa pers di Indonesia mendjadi sematjam djuru-bitjara kaum industrialis besar?,
lanjutnya.*( Majalah Tempo, 25 Maret 1972. )

Pada saat itu, memang terjadi semacam gelombang ?anti biro iklan asing? pada banyak perusahaan periklanan nasional. Peraturan Pemerintah yang melarang masuknya modal asing dalam industri periklanan pun sudah ada. Namun penggunaan tenaga asing masih dimungkinkan, meskipun terbatas pada tiga jabatan saja. Jabatan-jabatan yang dianggap belum sepenuhnya dapat diisi oleh tenaga-tenaga Indonesia ini adalah Advertising Consultant (konsultan periklanan di perusahaan periklanan), Advertising Technical Adviser (penasehat teknis di perusahaan periklanan), dan Advertising Manager (manajer periklanan di perusahaan pengiklan).

Ironisnya, pada era-globalisasi dan meredanya ?gelombang anti perusahaan periklanan asing? saat ini, justru jabatan Technical Adviser merupakan satu-satunya jabatan yang masih diijinkan. Mungkin suatu indikasi terjadinya peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia dalam industri periklanan nasional.

Selain Bhineka, perusahaan periklanan Fadjar Kamil juga menjalin kerjasama dengan Mc Cann-Erickson, perusahaan periklanan raksasa lain, yang juga dari Amerika Serikat. Namun sulitnya memperoleh tenaga terlatih, kemudian telah
memaksa pula Nuradi dengan InterVisa-nya melunakkan sikap untuk bekerjasama dengan perusahaan asing. Kebetulan, dia memilih Mc Cann-Erickson juga sebagai mitranya. Sukses Nuradi, membawa InterVisa nyaris ke puncaknya, meskipun bukan dalam hal omset*. Nuradi patut merasa bangga, bahwa InterVista tercatat sebagai perusahaan periklanan yang
sangat disegani, dan unggul dalam hal mutu karya-karyanya.

LAMBRETTA SCOOTER 1952 - 1999

LAMBRETTA SCOOTER 1952 - 1999


1952 "D" 125cc
Rod operated rear brake. front suspension springs with fork legs.
Torsion bar suspension, swinging engine unit. Air cooled. No rear damper.
Extra lug to torsion bar link lug on crankcase, for unknown damping systems.
Rounded corners to leg shields. Shaft driven.

1953 "D" 125
As previous "D" but without extra lug on crankcase.
Cable rear brake. Grab handle fitted to pillion seat. No rear damper.

1953 "LD" 125
As "D" but dressed with legshield and sidepanels. Side panels now fitted with white plastic grills and
the clutch and brake levers. Fan cooled. Ducting of polished aluminium pressings. Handle fitted to pillion seat.
LDA self starter model. 6v electrical system. Batteries fitted inside side panels.


1953-4 "E" MODEL, 123cc
Leading link forks. Single tube "C" shaped frame culminating in tool box under seat.
Swivelling front headlight. Hand cord pull start. Leg shield sweeping back each side of totally
redesigned "In Line" engine. Air cooled. Fuel cap fitted to opposite side to "D" models.

1953-4 "F" MODEL
All mechanics as "E" with exception of kickstart operating across the engine.
Torsion bar suspension without damping.

1954 "D" 150cc
Capacity now increased to 150cc. Twin cables on gear change. Rear damper now fitted as standard
with recess in transmission casting for fixing. Lockable lunch box. new shaped air filter.

1954 "LD" 150
The first of the LD's 150cc. Frame spine enlarged dispensing with tubular frame beneath steel pressing.
Larger side panels - no hatchway. Choke control and petrol tap mounted on top of bodywork either side
of central fuel filter and between seats. Glove compartment fitted to house speedo and provision for clock.
Aluminium clamp to handlebars with plastic sheathed cables. Chrome expansion box to silencer.
Pressed steel cowling or ducting to engine painted in silver or colour of bike.
Some deluxe models were named "Mayfair" and "Riviera".

1955 "D" MODEL, 150cc
Fitted with expansion box, as LD - the chromed "Coffee Pot"
Forced air fan cooling. Large front brake. Rear damper unit fitted to lug cast on engine casing.

1955-56 "LD"
As previous LD 150 but with various small mechanical modifications.
Silencer now altered and chromed "Coffee Pot" dispensed with.
LDA Starter model 12 volt system with hump for housing batteries beneath pillion seat.
Kick starter also fitted to this model.

1957 "D" 150
Re-introduced by popular demand, and now supplied with rectifier, battery for 6v lighting
and long tailpipe exhaust.

1957-8 LD Mk 111 125cc
Cowled handlebars housing speedo and horn. Small boot in rear bodywork and re-designed
rear light. Epicyclic kickstart mechanism. Aluminium floor strips and machine finished in light grey
as standard. Chromed side panel grills.

1957-58 LDA 150 Mk 111 150cc.
Horn position moved into cowled handle bars with speedo.
New double action epicycle Kickstart. Rear boot, new design rear light.
Offered as standard in a variety of two-tone colours.
Rubber floor strips. Battery lighting.

1957-58 LDB 150 Mk. 111 AVV.
All as LDA but in self starter version. no Kickstart as on previous LDB's.
Features are the hump to house 12v system batteries.
Blanking plate on crankcase where kickstart was previously housed.
Old style glove box for ampere meter and clock (extras) and starter switch unit.
Long tailpipe version.

1958 TV SERIES 1.
The "Flagship" of Lambretta.
Entirely new concept in design. Biggest capacity yet. 350 x 10" Wheels.
Dual seat. Floor mats. Cast handlebars with integral speedo. Cable adjusters to clutch and front brake.
Fixed front mudguard. Horizontal engine, chain drive with gearbox rear axle.
Coil sprung kickstart unit. No cutaway in side panel for central position kickstart.
Various versions of this model, as production progressed.

1958 Li 125/150 SERIES 1.
Engine different again from the TV version.
This engine design set the pattern for all subsequent future models.
The Li Series 1 was manufactured in 125cc and 150cc versions.
Early machines known as frame breathers, as the air filter drew air through grille on rear body work,
which was eventually replaced by a air filter box between the toolbox and petrol tank.
Looks much like the TV 1 but with no front fork dampers.
Kickstart set well to the rear of the engine. Fitted with separate seats.

1959 Li 125/150 SERIES 11.
This machine was identical to the series 1 except for headlight repositioned into the handle bar casing.
Both in 125cc and 150cc versions. Later models had larger rear light unit.
"Pear Shaped" horn cover. Separate seats.

1960-61 TV 175 11.
The updated 175cc model was basically the Li in 175cc form.
this brought it inline with the other newer models.
Dual seat fitted as standard with key ignition and front dampers.

1962-3 TV 175 111.
All machines now basically the same, with only little cosmetic and internal differences.
The design differences in body work will be apparent from the illustrations.
Engine details, gear ratios and other technicalities are fully covered in the Lambretta workshop manuals.

1962 Li 150 (SLIMSTYLE) SERIES 111.
This replaced the Series 11 models in 1962 and were of squarer appearance
and much narrower in frontal design. A more efficient design of silencer fitted.

1963 Li 150 PACEMAKER.
Body work design differences with flashes on side panels and the now famous "Three penny" bit shaped headset.
All machines from now on feature the dual seat as standard with exceptions in the lightweight Lambrettas.
Versions were available as "Gold" or "Silver" Specials.


1963 TV 175 and later the TV200
The first ever motorcycle to be fitted with front disc brake.
This could have been designated the Series 1V,
but it was soon replaced with a TV 200cc version for the British market.


1964 G.T. 200.
Previously the TV200.
This machine was manufactured due to demand from the British market and was only available in the UK.
Eventually the TV200, due to world wide pressure was produced for distribution in all countries and renamed the GT 200.
Top speed of 70 m.p.h., Smooth braking low fuel consumption and had more to offer than any other scooter in the world.

1964 SX150.
Almost identical to the Pacemaker with similar design features.
Faster due to minor engine modifications.

1964 J50.
This small 50cc machine was produced with a monocoque all pressed steel body.
Fitted as a single seat scooter, a pillion seat was available.
No speedo was fitted or floor strips. An austere model.

1964 "CENTO".
This three speed lightweight of 98cc was very popular.
Body was similar to the J50. Fitted with speedo, floor strips and dual seat.

The 125cc version of the Cento

1966 125 STARSTREAM.
Alternative in design to rear of body work and shape of the rear light.
Now fitted with four speed gearbox.

1967 SUPER STARSTREAM.
Same styling as previous model four speed gearbox.
Fitted with dual seat. Turning front mudguard. Reshaped leg shield.
Larger headlight, false horn casting and no handles to side panels.

Redesigned side panels with "Arrow" flash with 200 emblem.
Mechanical improvements.

1968 VEGA 75.
The arrival of the Luna Line designed by Bertone, the world famous car designer.
75cc with engine layout similar to previous J Model - Open frame - no covering bodywork.

1968 COMETA 75.
Exactly the same machine as the Vega, but fitted with oil pump for separate oil lubrication.

A single seat version of Vega of 50cc.
An economy model with under engine silencer, tubular handlebars and separate headlight.

1968 LUNA CL
A more luxury appointed 50cc single seat.
Same girder type handlebars as Vega with integral headlamp.
Rear light fixed to body work not on a bracket as others in the range.

1969 GP125/150.
These Bertone designed Lambrettas featured many improvements with square headlight,
new type rear light, redesigned dual seat and cutaway front mudguard.
The 125 version was first known as the DL, but changed to GP in 1970.
No front dampers and normal type shoe brakes.

1969-71 GP200.
Front suspension dampers and disc brake.
The last scooter built by Innocenti. Several engine improvements, with the last of production models
having electronic ignition.

In the seventies the Spanish produced their Servetta versions of the Li,s and SX. Some models had indicators
fitted with minor alterations to the electrics / body work and air intake via the toolbox.

In the Eighties and Nineties the GP models were manufactured in India, also with minor alterations. Some had indicators or Mirrors.