Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

KONTES PEMILIHAN RATU VESPA TH 1962

INILAH GAMBAR JADUL PEMILIHAN PUTRI VESPA TH 1962,YANG PEMENANGNYA AKAN DI JADIKAN BINTANG IKLAN VESPA DIJAMAN ITU DAN DUTA VESPA INDONESIA INILAH LIPUTANNYA...

FINALIS MISS VESPA
FINALIS RATU VESPA YANG DIADAKAN DI BANDUNG TH 1962

BERPOSE DIATAS VESPA
MISS SUMIATY PESERTA NO 8 BERPOSE DIATAS VESPA

TEST DRIVE
PARA RATU MENUNJUKAN KEBOLEHANYA MENGENDARAI VESPA.

3
PERAGAAN BUSANA

LADY BIKERS
LADY BIKERS,SELAMAT BUAT PARA PEMENANG KONTES RATU VESPA ,SEMOGA PHOTO INI BUAT KENANG -KENANGAN ANDA DI WAKTU TUA


http://imagecache5.art.com/p/LRG/22/2252/XPIZD00Z/mods.jpg

Dari mana asal logo Mods Bullseye ?. Asal tahu aja, itu sebenarnya adalah logo angkatan Royal Air Force (RAF), Angkatan Udara Inggris. Logo itu dan bendera Union Jack sempat booming di tahun ’60-an. Sering digunakan sebagai fashion items yang menggambarkan kebanggaan anak muda Inggris pada negerinya. Belakangan, logo itu digunakan juga sebagai symbol Mods.

Pernah denger istilah Mods? Atau pernah lihat logo bundar kayak target tembak yang berwarna biru-putih-merah, yang kata teman-teman merupakan logo Mods?

Pasti masih banyak yang bingung kan, apa sebenernya Mods itu? Maklum, info yang kita dapat selama ini, cuma sepotong-sepotong.
Ada yang bilang anak-anak Mods itu yang dengerin musik dari The Who atau The Jam. Sebagian lagi bilang anak Mods itu teman-teman yang naik skuter.
Duh, mana yang bener sih?
Begini ceritanya. Kata “mods” merupakan kependekan dari kata modernism/ modernist. Ini adalah subkultur anak muda yang berkembang di Inggris pada akhir ‘50-an sampai pertengahan ‘60-an.
Sebenarnya, di awal kemunculannya, terminologi Mods ini ditujukan kepada para fans dari musik modern jazz. Seiring perkembangan waktu, term ini bergeser lebih luas lagi. Meliputi fashion dan lifestyle yang menyeruak di kalangan itu. Seperti pakaian necis, skuter, pop art dan film-film Perancis yang mulai berkembang di era ‘60-an.
Beberapa data menyebutkan kalo Mods dan juga musuh bebuyutannya, rockers, merupakan turunan dari subkultur Inggris di awal ‘50-an, Teddy Boys. Sekadar informasi, Teddy Boys ini merupakan sekumpulan anak muda Inggris yang sangat dipengaruhi oleh gaya rock n’ roll Amerika.
Meski pun lahir di Inggris, subkultur ini berhasil menyerang anak muda di seluruh dunia. Baik itu fashion atau pun band-bandnya. Band? Yoi. Soalnya pergerakan subkultur Mods itu dibentuk oleh tiga elemen: musik, fashion dan skuter!

Subkultur Mods dimulai sekitar tahun 1958. Ketika sekelompok anak muda kelas menengah di London terobsesi dengan musik dan tren fashion terbaru. Saat itu mereka tergila-gila dengan setelan jas ngepas ala desainer Italia dan musik modern jazz dan R&B.

Sebenarnya, membuat stelan model Italia nggak terjangkau untuk ukuran kantong kelas pekerja. Biasanya,stelan ini adalah monopoli para konglomerat masa itu.
Tapi, entah bagaimana, stelan Italia tiba-tiba jadi hal yang biasa ditemukan di lingkungan anak-anak kelas pekerja. Belakangan, baru diketahui kalo ada beberapa anak kelas pekerja yang punya channel pada para pedagang garmen di London. Hal ini membuat mereka lebih leluasa untuk membeli bahan, dan membawanya ke tukang jahit terdekat guna menjahit stelan jas sesuai keinginan.
Biasanya, saat mengenakan stelan andalan, kaum Mods sering nongkrong di Carnaby Street, London. Saat itu, di sepanjang jalan berjejer butik-butik fashion, toko-toko musik independen, dan gerai desainer-desainer terkemuka kayak Mary Quant, dan juga barisan tukang jahit andal. Konon, mereka sengaja nongkrong di situ untuk “mengejek” golongan berduit. Pamer kalo mereka juga bisa menggunakan jas yang mahal!
Berbekal gaya yang oke, mereka jadi lebih leluasa keluar-masuk klub malam. Tempat di mana mereka bisa maksimal memamerkan pakaian dan gerakan-gerakan dansa mutakhirnya.
Klub-klub tempal nongkrong favorit kaum Mods adalah The Scene dan The Flamingo di London. Selain itu, ada juga Twisted Wheel Club di Manchester.
Untuk mendukung gaya hidup mereka yang sering hang out di klub’ hingga tengah malam, alat transportasi jelas dibutuhkan. Pasalnya, kendaraan umum di Inggris saat itu nggak ada yang beroperasi sampai larut malam.
Maka, dipilihlah skuter sebagai alat transportasi resmi mereka. Biasa bermerk Vespa atau Lambretta. Alasannya sederhana aja: murah, jack !
Ya, dengan kondisi keuangan mereka yang notabene rada cekak, mobil sama sekali bukan pilihan. Hanya skuter yang harganya masih terjangkau. Jadi sama sekali bukan masalah keren-kerenan. Hehehe.
Satu hal yang unik dari skuter kaum Mods adalah; jumlah kaca spion yang terpasang bisa mencapai puluhan. Ini merupakan bentuk perlawanan mereka terhadap peraturan pemerintah Inggris yang mengharuskan kendaraan roda dua untuk memasang setidaknya 1 kaca spion saat itu.
Ketika mengendari skuter kebanggaan, mereka biasa memakai parka. Parka adalah semacam jaket/ jas yang panjangnya sampai ke dengkul. Selain menahan angin, fungsi utama dari jaket ini adalah untuk melindungi pakaian mahal yang mereka kenakan di dalam. Waduh!

Akhirnya, lifestyle ini pun berkembang ke seluruh Inggris. Gaya ini nggak lagi cuma milik anak muda kelas menengah, tapi menyebar ke seluruh strata ekonomi. Begitu juga dengan musik yang mereka dengarkan, nggak lagi sebatas jazz dan R&B melainkan merembet ke musik soul, ska dan bluebeat.

Salah satu band Mods era awal yang beken dan jadi omongan sampai sekarang adalah The Who. Band ini sering dituding sebagai band palingberpengaruh bagi band-band yang muncul di seluruh dunia, sesudahnya.
Band yang terbentuk di Inggris pada tahun 1964 ini awalnya digawangi oleh Pete Townshend (gitaris), Roger Daltrey (vokalis), John Entwistle (bassis) and Keith Moon (drummer). Formasi ini dianggap sebagai formasi tersolid dari band yang saat ini diperkuat juga oleh Zachary Starkey, anak Ringo Starr, drummer The Beatles itu.


Pete Townshend, merupakan salah satu sosok yang cukup dikagumi oleh anak-anak Mods. Malah bisa dibilang doi adalah salah satu ikon Mods masa itu.
Penyebabnya, nggak lain dan nggak bukan adalah kedekatannya pada gaya hidup Mods, Sela/n itu, aksi panggungnya bareng The Who sukses bikin orang menganga. Gimana nggak, dia dan temen-temennya rajin banget menghancurkan alat musik saban nanggung. Mulai dari membanting gitar, merusak ampli, dan lain sebagainya.
Selain The Who, band yang cukup esensial dikalangan anak mods adalah The Small Faces. Band yang berdiri lahun 1965 ini sebenarnya nggak berumur panjang. Cuma sekitar empat tahun. Tapi, barisan lagunya kayak ‘tihycoo Park, Lazy Sunday, dan Alt or Nothing, masih ada di playlist anak-anak Mods, sampai sekarang.

Selain dua nama di atas, masih ada band-band yang bisa dijadiin referensi dari masa itu. Sebut aja Georgie Fame, the Animals, The Yardbirds, The Kinks, dan The Spencer Davis Group, The Action, Zool Money dan The Creation.

Meskipun tongkrongannya rapi, jangan pikir kalo anak-anak Mods ini juga kalem-kalem. Kayak yang udah disebutin di awal, anak-anak mods ini punya musuh bebuyutan. Yaitu geng Rockers. Rockers identik dengan jakel kulit dan sepeda motor. Musik yang mereka dengarkan lebih ke band-band rockabilly dan rock n’ roll.

Nggak jelas juga, apa yang menyebabkan kedua pihak ini bermusuhan. Ada yang bilang Rockers nggak suka sama gaya anak Mods yang sok kaya. Ada lagi pendapat yang mengatakan kalo ideologi keduanya bertabrakan dan nggak bisa didamaikan. Apa pun alasannya, yang pasti tiada pertemuan tanpa perkelahian buat kedua geng ini.

Yang nggak bisa dilupakan adalah perkelahian besar antara anak Mods dan Rocker di tahun 1964. Kejadiannya bertepatan dengan Bank Holiday yang merupakan di hari libur nasional Inggris. Hari itu, perkelahian kedua geng ini terjadi di beberapa titik. Mulai dari Pantai Brighton, Margate, Hasting dan Clacton.
Konflik ini nggak berhenti di hari itu. Malah, berkepanjangan ke hari-hari berikutnya. Kondisi ini sempat membuat panik masyarakat Inggris.

Penyebab kedua kubu ini semakin saling membenci adalah media Inggris. Mereka selalu saja mengangkat isu rivalitas kedua kubu ini sebagai headline. Lengkap dengan foto perkelahiannya. Bahkan, ceritanya nggak jarang dibesar-besarkan.
Gara-gara terpancing media inilah, kedua geng semakin seru saja berkelahi. Pokoknya, mereka penasaran dan berusaha terlihat sebagai pemenang. Nggak peduli, semahal apa pun bayarannya.
Untungnya, budaya tawuran ini menghilang di pertengahan ‘60-an. Penyebabnya adalah mewabahnya musik psychedelic rock dan budaya hippie. Yang membawa semangat perdamaian dan persaudaraan serta kembali ke alam. Pola pikir yang sebenarnya bertolak belakang dengan gaya Mods.

Saat itu, gaya hidup Mods mulai ditinggalkan. Bahkan band-band kayak The Who dan Small Faces merubah gaya bermusik mereka dan nggak lagi merepresentasikan mereka sebagai Mods. Gaya bohemian dan hippie ternyata punya magnet yang amat kuat. Rayuannya sukses membuat dedengkot Mods tergila-gila. Dan, Mods pun mati suri.

Entah apa yang ada di pikiran para personil The Who, saat mereka tiba-tiba merilis sebuah film pada 14 September 1979.

Film yang dikasih judul sama kayak judul album The Who pada tahun 1973, Quadrophenia, ini ceritanya pengen ngegambarin subkultur Mods lewat kacamata seorang penganutnya yang bernama Jimmy. Di situ digambarin segala kebiasaan kaum Mods. Naik skuter dan pake baju rapi ke mana-mana, klabing di klab mewah padaha) duit cekak, plus berantem sama Rockers. Film ini sempat di kritik habis-habisan oleh pengamat film saat itu. Dianggap udah nggak relevan lagi sama nilai-nilai di masyarakat. Namun kenyataan berkata lain. Tanpa diduga-duga, film ini justru membangkitkan kembali gairah anak muda Inggris dan menaikkan kembali pamor Mods yang sebenarnya sudah turun banget saat itu.

Pendek kata, setelah film ini, hadirlah Mods gelombang kedua atau biasa disebut era Mods revivalist Meskipun sebenarnya film ini hanyalah pemantik akhir dari bangkitnya Mods Revival ini. Bau-bau kehadiran kembali Mods ini sebenernya udah dimulai saat Great British Music Festival yang digelar di Wembley pada tahun 1978. Persisnya saat The Jam manggung.

Ya, The Jam adalah salah satu band yang memimpin era revivalist Band yang digawangi olen Paul Weller, Bruce Foxton dan Rick Buckler ini terbentuk pada tahun 1972. Setelah merilis enam album studio dan tiga album live, The Jam bubar jalan pada 1982. Selain The Jam, ada beberapa band yang dianggap besar pengaruhnya pada kelahiran kembali Mods di akhir 70-an. Mereka adalah Secret Affair, Purple Hearts, The Chords, dan Back to Zero.

Generasi Britpop yang naik pada era ‘90-an juga sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari era Mods Revival ini. Band-band kayak Ride, Oasis, Blur dan Ocean Colour Scene adalah beberapa di antara banyak band yang mengaku terpengaruh gerakan ini.

Sayangnya kepopuleran Mods Revival ini nggak berlangsung lama, meskipun pengaruh yang ditimbulkannya retap bertahan berdekade-dekade.
Sekarang, subkultur Mods telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Dan hingga saat ini subkultur ini tetap bertahan sebagai bagian dari kultur underground (eyank1968)

the Who

The Who adalah grup Inggris terbesar ketiga setelah The Beatles dan The Rolling Stones. Mereka merupakan salah satu grup live terhebat dengan pertunjukan yang dinamis dan musik yang berkonsep. Materi awal The Who bertema pemberontakan dengan power chord khas Pete Townshend menjadi sumber inspirasi power pop dan punk rock. Selanjutnya mereka membuat album konsep inovatif yang akhirnya berkembang menjadi rock opera. Sampai hari ini, popularitas The Who tidak pernah pudar.

http://media.thewho.com/non_secure/images/gallery_thumbnails/tn_maxRandB_80.jpg

Pada era 60an, The Who adalah band kelompok mods yang paling populer. Mods adalah sebuah kelompok yang memberontak atas musik rock & roll para rockers gaya 50an. Mereka banyak menghasilkan single-single populer pada awal karirnya seperti "The Kids Are Alright", "My Generation", "Substitute", "Happy Jack" dll. Meskipun sukses sebagai band dengan single-single populer saat itu, Pete Townshend mempunyai ambisi yang jauh lebih besar. Dia mulai membuat album konsep dengan A Quick One (1966) dan The Who Sell Out (1967) dan akhirnya menciptakan mahakarya double-album Tommy (1969), sebuah rock opera yang sangat berhasil secara artistik dan komersil. Penampilan mereka di Woodstock dengan membawakan materi Tommy mendorong The Who menjadi superstar di AS.

Setelah Tommy, The Who merilis Live at Leeds, yang sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu album live terhebat sepanjang masa. Setelah itu, Townshend ingin mengulangi keberhasilan Tommy atau bahkan melebihinya dengan rencana proyek film rock Lifehouse, namun produser tidak sanggup merealisasikannya dan materi untuk proyek tersebut disalurkan ke dalam Who's Next (1971), sebuah album rock mahakarya yang oleh sebagian orang dianggap album rock terhebat yang pernah dibuat. Setelah Who's Next, The Who membuat lagi satu double-album konseptual berjudul Quadrophenia yang menceritakan tentang karakter Jimmy, seorang anak muda yang bermasalah mental berjuang untuk menemui jati diri dengan latar belakang perseteruan antara mods dan rockers pada awal 1960an yang mengakibatkan kerusuhan di pantai Brighton.

Tahun 1978, The Who mengalih dari musik rock opera ke sound yang lebih berorientasi radio dengan merilis Who Are You. Diwaktu yang sama, Keith Moon meninggal dunia akibat overdosis pill yang diberi dokter. Kenny Jones, eks The Small Faces dan The Faces, masuk menggantikan Moon sebagai drummer. Tahun 1979, kecelakaan terjadi dalam konser mereka di Riverfront Coliseum di Cincinnati, Ohio pada tahun 1979, dimana perebutan kursi mengakibatkan kematian 11 orang fans. The Who tidak diberitahu kejadian ini sebelum show selesai karena kekhawatiran petugas atas kerusuhan yang tidak terkontrol kalau konser dibatalkan. The Who sangat terpukul setelah mengetahui kejadian ini.

http://www.rock107.com/includes/news_items/21/66/thewho.jpeg

Di era Kenny Jones sebagai drummer, The Who merilis Face Dances (1981) dan It's Hard (1982). Meskipun kedua album itu disambut baik kritikus dan mendapatkan penjualan yang bagus, tapi fans lama tidak menerima sound baru The Who yang berorientasi ke pop. Townshend merasakan dia tidak sanggup lagi menulis untuk The Who dan band mengadakan farewell tour.

The Who mengambil cuti panjang dan mulai akhir 1980an hingga 2000an mereka mengadakan beberapa tur reuni. Beberapa saat sebelum memulai tur musim panas 2002, bassist John Entwistle meninggal dunia dalam kamar Hard Rock Hotel, Las Vegas. Kematiannya bukan diakibati overdosis tapi cocaine yang dia konsumsi memicu serangan jantung dari penyakit jantung yang dideritanya akibat pemakaian cocaine.

http://media.timeoutnewyork.com/resizeImage/htdocs/export_images/631/631.x600.timein.tv.rev.jpg?


Discography

1965 My Generation
1966 A Quick One
1967 The Who Sell Out
1969 Tommy
1970 Live at Leeds (live)
1971 Meaty Beaty Big and Bouncy (kompilasi)
1971 Who's Next
1973 Quadrophenia Rock
1974 Odds and Sods (kompilasi)
1975 The Who By Numbers
1978 Who Are You
1979 The Kids Are Alright (soundtrack)
1981 Face Dances
1982 It's Hard
1984 Who's Last (live)
1990 Join Together (live)
1994 Thirty Years of Maximum R&B (box set)
1996 My Generation: The Very Best of The Who (kompilasi)
1996 Live at the Isle of Wight Festival 1970 (soundtrack)
1999 BBC Sessions (kompilasi)
2002 The Ultimate Collection (kompilasi)
2003 Live at the Royal Albert Hall (live)
2004 The Who: Then and Now (kompilasi)

Website The Who : http://www.thewho.com/

Download The Who Collection


Laurel Aitken

http://www.thisisska.com.ar/ska/discografias/images/LAUREL-GODFATHER.jpg



-------------------------------------------------------------------------------------------------
In Memoriam: Laurel Aitken: the Godfather of Ska (1927-2005)


http://conne-island.de/nf/124/26a.jpg London's Club Ska is reporting that at 8 am this morning Laurel Aitken, widely acknowledged as the 'Godfather of Ska' and affectionately known as 'Boss Skinhead,' died of a heart attack at Glenfield Hospital in Leicester, England. Aitken was born in Cuba on April 22, 1927 and moved to his father's homeland of Jamaica in 1938. In 1957 he began his recording career with the single "Roll Jordan Roll." The double A-side "Little Sheila" / "Boogie in my Bones" was the first single released on Chris Blackwell's Island Records, one of the first ever ska records, and the first Jamaican recording ever released in England. Aitken relocated to the U.K. and recorded numerous hits throughout the 60s. He was later acknowledged as "an elder statesman to the Two Tone ska revival movement of the punk era" (AllMusic).

The 2-Tone era saw Aitken performing with the English Beat, touring with mod band Secret Affair, and backed by punk/reggae act the Ruts. In the 80s Aitken regularly toured the U.K. and recorded with British act Potato 5. In 1986 appeared in mod film Absolute Beginners alongside David Bowie. Throughout the late 90s he performed with several third-wave ska acts, including the Toasters and the New York Ska Jazz Ensemble. Most recently, 2002 saw the release of Live at Club Ska.

Our deepest condolences go out to the Laurel's family, friends and fans.



Rock Steady

RockSteady.jpg picture by backbeat_01
Download Album


  1. lynn tait & the jets - soul food
  2. alton ellis - my time is the right time
  3. clancy's all stars - c.n. express
  4. carlton alphonso - where in this world
  5. earl st. joseph - eastern promise
  6. the groovers - you were meant for me
  7. clancy eccles - what will your mama say
  8. tommy mckenzie - fiddlesticks
  9. monty morris - say what your saying
  10. clancy eccles - the fight
  11. ernest ranglin - heart beat
  12. alton ellis - the message
  13. the joyce bond show - they wash
  14. lloyd terrel - bang bang lulu

Download Album

Rocksteady merupakan salah satu genre musik yang berasal dari Jamaika. Jenis musik ini berawal dari ska yang dibikin lebih halus tapi tidak seperti reggae yang pelan dan santai. Reggae adalah penerus jenis musik rocksteady ini.

Nama rocksteady ini muncul dari lagi Alton Ellis "Rock Steady". Genre musik ini muncul ketika warga-warga desa di Jamaika berhijrah dari daerah pedesaan dan masuk ke kota-kota. Di ghettoKingston, para pemuda menyanyikan lagu-lagu dengan irama rocksteady. di kota-kota seperti misalkan

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rocksteady is a music genre that was most popular in Jamaica, starting around 1966, and its reggae successor was established around 1968.[1]

The term rocksteady comes from a dance style that was mentioned in the Alton Ellis song "Rock Steady". A successor to Jamaican ska, and a precursor to reggae, rocksteady was performed by Jamaican vocal harmony groups such as The Gaylads, The Kingstonians, The Maytals and The Paragons. Dances performed to rocksteady were less energetic than the earlier ska dance moves. Rocksteady differs from ska musically as the tempo is slower and more relaxed. The bass is heavier and more prominent in the mix and in addition, the bass lines abandon the earlier "walking" style of the ska period in favor of more broken, syncopated figures. The ska-style back beat and the emphasis on the offbeat carried over into rocksteady.