Ketika Musik , Fashion & Scooter Bersatu - Lahirlah sebuah genre [ MODS ]
3 comments Posted by Henry Lutfidwianto Susilotomo at 7:09 PMDari mana asal logo Mods Bullseye ?. Asal tahu aja, itu sebenarnya adalah logo angkatan Royal Air Force (RAF), Angkatan Udara Inggris. Logo itu dan bendera Union Jack sempat booming di tahun ’60-an. Sering digunakan sebagai fashion items yang menggambarkan kebanggaan anak muda Inggris pada negerinya. Belakangan, logo itu digunakan juga sebagai symbol Mods.
Pernah denger istilah Mods? Atau pernah lihat logo bundar kayak target tembak yang berwarna biru-putih-merah, yang kata teman-teman merupakan logo Mods?
Pasti masih banyak yang bingung kan, apa sebenernya Mods itu? Maklum, info yang kita dapat selama ini, cuma sepotong-sepotong.
Ada yang bilang anak-anak Mods itu yang dengerin musik dari The Who atau The Jam. Sebagian lagi bilang anak Mods itu teman-teman yang naik skuter.
Duh, mana yang bener sih?
Begini ceritanya. Kata “mods” merupakan kependekan dari kata modernism/ modernist. Ini adalah subkultur anak muda yang berkembang di Inggris pada akhir ‘50-an sampai pertengahan ‘60-an.
Sebenarnya, di awal kemunculannya, terminologi Mods ini ditujukan kepada para fans dari musik modern jazz. Seiring perkembangan waktu, term ini bergeser lebih luas lagi. Meliputi fashion dan lifestyle yang menyeruak di kalangan itu. Seperti pakaian necis, skuter, pop art dan film-film Perancis yang mulai berkembang di era ‘60-an.
Beberapa data menyebutkan kalo Mods dan juga musuh bebuyutannya, rockers, merupakan turunan dari subkultur Inggris di awal ‘50-an, Teddy Boys. Sekadar informasi, Teddy Boys ini merupakan sekumpulan anak muda Inggris yang sangat dipengaruhi oleh gaya rock n’ roll Amerika.
Meski pun lahir di Inggris, subkultur ini berhasil menyerang anak muda di seluruh dunia. Baik itu fashion atau pun band-bandnya. Band? Yoi. Soalnya pergerakan subkultur Mods itu dibentuk oleh tiga elemen: musik, fashion dan skuter!
Subkultur Mods dimulai sekitar tahun 1958. Ketika sekelompok anak muda kelas menengah di London terobsesi dengan musik dan tren fashion terbaru. Saat itu mereka tergila-gila dengan setelan jas ngepas ala desainer Italia dan musik modern jazz dan R&B.
Sebenarnya, membuat stelan model Italia nggak terjangkau untuk ukuran kantong kelas pekerja. Biasanya,stelan ini adalah monopoli para konglomerat masa itu. 
Tapi, entah bagaimana, stelan Italia tiba-tiba jadi hal yang biasa ditemukan di lingkungan anak-anak kelas pekerja. Belakangan, baru diketahui kalo ada beberapa anak kelas pekerja yang punya channel pada para pedagang garmen di London. Hal ini membuat mereka lebih leluasa untuk membeli bahan, dan membawanya ke tukang jahit terdekat guna menjahit stelan jas sesuai keinginan.
Biasanya, saat mengenakan stelan andalan, kaum Mods sering nongkrong di Carnaby Street, London. Saat itu, di sepanjang jalan berjejer butik-butik fashion, toko-toko musik independen, dan gerai desainer-desainer terkemuka kayak Mary Quant, dan juga barisan tukang jahit andal. Konon, mereka sengaja nongkrong di situ untuk “mengejek” golongan berduit. Pamer kalo mereka juga bisa menggunakan jas yang mahal!
Berbekal gaya yang oke, mereka jadi lebih leluasa keluar-masuk klub malam. Tempat di mana mereka bisa maksimal memamerkan pakaian dan gerakan-gerakan dansa mutakhirnya.
Klub-klub tempal nongkrong favorit kaum Mods adalah The Scene dan The Flamingo di London. Selain itu, ada juga Twisted Wheel Club di Manchester.
Untuk mendukung gaya hidup mereka yang sering hang out di klub’ hingga tengah malam, alat transportasi jelas dibutuhkan. Pasalnya, kendaraan umum di Inggris saat itu nggak ada yang beroperasi sampai larut malam.
Maka, dipilihlah skuter sebagai alat transportasi resmi mereka. Biasa bermerk Vespa atau Lambretta. Alasannya sederhana aja: murah, jack !
Ya, dengan kondisi keuangan mereka yang notabene rada cekak, mobil sama sekali bukan pilihan. Hanya skuter yang harganya masih terjangkau. Jadi sama sekali bukan masalah keren-kerenan. Hehehe.
Satu hal yang unik dari skuter kaum Mods adalah; jumlah kaca spion yang terpasang bisa mencapai puluhan. Ini merupakan bentuk perlawanan mereka terhadap peraturan pemerintah Inggris yang mengharuskan kendaraan roda dua untuk memasang setidaknya 1 kaca spion saat itu.
Ketika mengendari skuter kebanggaan, mereka biasa memakai parka. Parka adalah semacam jaket/ jas yang panjangnya sampai ke dengkul. Selain menahan angin, fungsi utama dari jaket ini adalah untuk melindungi pakaian mahal yang mereka kenakan di dalam. Waduh!
Akhirnya, lifestyle ini pun berkembang ke seluruh Inggris. Gaya ini nggak lagi cuma milik anak muda kelas menengah, tapi menyebar ke seluruh strata ekonomi. Begitu juga dengan musik yang mereka dengarkan, nggak lagi sebatas jazz dan R&B melainkan merembet ke musik soul, ska dan bluebeat.
Salah satu band Mods era awal yang beken dan jadi omongan sampai sekarang adalah The Who
. Band ini sering dituding sebagai band palingberpengaruh bagi band-band yang muncul di seluruh dunia, sesudahnya.
Band yang terbentuk di Inggris pada tahun 1964 ini awalnya digawangi oleh Pete Townshend (gitaris), Roger Daltrey (vokalis), John Entwistle (bassis) and Keith Moon (drummer). Formasi ini dianggap sebagai formasi tersolid dari band yang saat ini diperkuat juga oleh Zachary Starkey, anak Ringo Starr, drummer The Beatles itu.
Pete Townshend
, merupakan salah satu sosok yang cukup dikagumi oleh anak-anak Mods. Malah bisa dibilang doi adalah salah satu ikon Mods masa itu.
Penyebabnya, nggak lain dan nggak bukan adalah kedekatannya pada gaya hidup Mods, Sela/n itu, aksi panggungnya bareng The Who sukses bikin orang menganga. Gimana nggak, dia dan temen-temennya rajin banget menghancurkan alat musik saban nanggung. Mulai dari membanting gitar, merusak ampli, dan lain sebagainya.
Selain The Who, band yang cukup esensial dikalangan anak mods adalah The Small Faces. Band yang berdiri lahun 1965 ini sebenarnya nggak berumur panjang. Cuma sekitar empat tahun. Tapi, barisan lagunya kayak ‘tihycoo Park, Lazy Sunday, dan Alt or Nothing, masih ada di playlist anak-anak Mods, sampai sekarang.
Selain dua nama di atas, masih ada band-band yang bisa dijadiin referensi dari masa itu. Sebut aja Georgie Fame, the Animals, The Yardbirds, The Kinks, dan The Spencer Davis Group, The Action, Zool Money dan The Creation.
Nggak jelas juga, apa yang menyebabkan kedua pihak ini bermusuhan. Ada yang bilang Rockers nggak suka sama gaya anak Mods yang sok kaya. Ada lagi pendapat yang mengatakan kalo ideologi keduanya bertabrakan dan nggak bisa didamaikan. Apa pun alasannya, yang pasti tiada pertemuan tanpa perkelahian buat kedua geng ini.
Yang nggak bisa dilupakan adalah perkelahian besar antara anak Mods dan Rocker di tahun 1964. Kejadiannya bertepatan dengan Bank Holiday yang merupakan di hari libur nasional Inggris. Hari itu, perkelahian kedua geng ini terjadi di beberapa titik. Mulai dari Pantai Brighton, Margate, Hasting dan Clacton.
Konflik ini nggak berhenti di hari itu. Malah, berkepanjangan ke hari-hari berikutnya. Kondisi ini sempat membuat panik masyarakat Inggris.
Penyebab kedua kubu ini semakin saling membenci adalah media Inggris. Mereka selalu saja mengangkat isu rivalitas kedua kubu ini sebagai headline. Lengkap dengan foto perkelahiannya. Bahkan, ceritanya nggak jarang dibesar-besarkan.
Gara-gara terpancing media inilah, kedua geng semakin seru saja berkelahi. Pokoknya, mereka penasaran dan berusaha terlihat sebagai pemenang. Nggak peduli, semahal apa pun bayarannya.
Untungnya, budaya tawuran ini menghilang di pertengahan ‘60-an. Penyebabnya adalah mewabahnya musik psychedelic rock dan budaya hippie. Yang membawa semangat perdamaian dan persaudaraan serta kembali ke alam. Pola pikir yang sebenarnya bertolak belakang dengan gaya Mods.
Saat itu, gaya hidup Mods mulai ditinggalkan. Bahkan band-band kayak The Who dan Small Faces merubah gaya bermusik mereka dan nggak lagi merepresentasikan mereka sebagai Mods. Gaya bohemian dan hippie ternyata punya magnet yang amat kuat. Rayuannya sukses membuat dedengkot Mods tergila-gila. Dan, Mods pun mati suri.
Entah apa yang ada di pikiran para personil The Who, saat mereka tiba-tiba merilis sebuah film pada 14 September 1979.
Film yang dikasih judul sama kayak judul album The Who pada tahun 1973, Quadrophenia, ini ceritanya pengen ngegambarin subkultur Mods lewat kacamata seorang penganutnya yang bernama Jimmy. Di situ digambarin segala kebiasaan kaum Mods. Naik skuter dan pake baju rapi ke mana-mana, klabing di klab mewah padaha) duit cekak, plus berantem sama Rockers. Film ini sempat di kritik habis-habisan oleh pengamat film saat itu. Dianggap udah nggak relevan lagi sama nilai-nilai di masyarakat. Namun kenyataan berkata lain. Tanpa diduga-duga, film ini justru membangkitkan kembali gairah anak muda Inggris dan menaikkan kembali pamor Mods yang sebenarnya sudah turun banget saat itu.
Pendek kata, setelah film ini, hadirlah Mods gelombang kedua atau biasa disebut era Mods revivalist Meskipun sebenarnya film ini hanyalah pemantik akhir dari bangkitnya Mods Revival ini. Bau-bau kehadiran kembali Mods ini sebenernya udah dimulai saat Great British Music Festival yang digelar di Wembley pada tahun 1978. Persisnya saat The Jam manggung.
Ya, The Jam adalah salah satu band yang memimpin era revivalist Band yang digawangi olen Paul Weller, Bruce Foxton dan Rick Buckler ini terbentuk pada tahun 1972. Setelah merilis enam album studio dan tiga album live, The Jam bubar jalan pada 1982. Selain The Jam, ada beberapa band yang dianggap besar pengaruhnya pada kelahiran kembali Mods di akhir 70-an. Mereka adalah Secret Affair, Purple Hearts, The Chords, dan Back to Zero.
Generasi Britpop yang naik pada era ‘90-an juga sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari era Mods Revival ini. Band-band kayak Ride, Oasis, Blur dan Ocean Colour Scene adalah beberapa di antara banyak band yang mengaku terpengaruh gerakan ini.
Sayangnya kepopuleran Mods Revival ini nggak berlangsung lama, meskipun pengaruh yang ditimbulkannya retap bertahan berdekade-dekade.
Sekarang, subkultur Mods telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Dan hingga saat ini subkultur ini tetap bertahan sebagai bagian dari kultur underground (eyank1968)
The Who adalah grup Inggris terbesar ketiga setelah The Beatles dan The Rolling Stones. Mereka merupakan salah satu grup live terhebat dengan pertunjukan yang dinamis dan musik yang berkonsep. Materi awal The Who bertema pemberontakan dengan power chord khas Pete Townshend menjadi sumber inspirasi power pop dan punk rock. Selanjutnya mereka membuat album konsep inovatif yang akhirnya berkembang menjadi rock opera. Sampai hari ini, popularitas The Who tidak pernah pudar.
Pada era 60an, The Who adalah band kelompok mods yang paling populer. Mods adalah sebuah kelompok yang memberontak atas musik rock & roll para rockers gaya 50an. Mereka banyak menghasilkan single-single populer pada awal karirnya seperti "The Kids Are Alright", "My Generation", "Substitute", "Happy Jack" dll. Meskipun sukses sebagai band dengan single-single populer saat itu, Pete Townshend mempunyai ambisi yang jauh lebih besar. Dia mulai membuat album konsep dengan A Quick One (1966) dan The Who Sell Out (1967) dan akhirnya menciptakan mahakarya double-album Tommy (1969), sebuah rock opera yang sangat berhasil secara artistik dan komersil. Penampilan mereka di Woodstock dengan membawakan materi Tommy mendorong The Who menjadi superstar di AS.
Setelah Tommy, The Who merilis Live at Leeds, yang sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu album live terhebat sepanjang masa. Setelah itu, Townshend ingin mengulangi keberhasilan Tommy atau bahkan melebihinya dengan rencana proyek film rock Lifehouse, namun produser tidak sanggup merealisasikannya dan materi untuk proyek tersebut disalurkan ke dalam Who's Next (1971), sebuah album rock mahakarya yang oleh sebagian orang dianggap album rock terhebat yang pernah dibuat. Setelah Who's Next, The Who membuat lagi satu double-album konseptual berjudul Quadrophenia yang menceritakan tentang karakter Jimmy, seorang anak muda yang bermasalah mental berjuang untuk menemui jati diri dengan latar belakang perseteruan antara mods dan rockers pada awal 1960an yang mengakibatkan kerusuhan di pantai Brighton.
Tahun 1978, The Who mengalih dari musik rock opera ke sound yang lebih berorientasi radio dengan merilis Who Are You. Diwaktu yang sama, Keith Moon meninggal dunia akibat overdosis pill yang diberi dokter. Kenny Jones, eks The Small Faces dan The Faces, masuk menggantikan Moon sebagai drummer. Tahun 1979, kecelakaan terjadi dalam konser mereka di Riverfront Coliseum di Cincinnati, Ohio pada tahun 1979, dimana perebutan kursi mengakibatkan kematian 11 orang fans. The Who tidak diberitahu kejadian ini sebelum show selesai karena kekhawatiran petugas atas kerusuhan yang tidak terkontrol kalau konser dibatalkan. The Who sangat terpukul setelah mengetahui kejadian ini.
Di era Kenny Jones sebagai drummer, The Who merilis Face Dances (1981) dan It's Hard (1982). Meskipun kedua album itu disambut baik kritikus dan mendapatkan penjualan yang bagus, tapi fans lama tidak menerima sound baru The Who yang berorientasi ke pop. Townshend merasakan dia tidak sanggup lagi menulis untuk The Who dan band mengadakan farewell tour.
The Who mengambil cuti panjang dan mulai akhir 1980an hingga 2000an mereka mengadakan beberapa tur reuni. Beberapa saat sebelum memulai tur musim panas 2002, bassist John Entwistle meninggal dunia dalam kamar Hard Rock Hotel, Las Vegas. Kematiannya bukan diakibati overdosis tapi cocaine yang dia konsumsi memicu serangan jantung dari penyakit jantung yang dideritanya akibat pemakaian cocaine.
Discography
1965 My Generation
1966 A Quick One
1967 The Who Sell Out
1969 Tommy
1970 Live at Leeds (live)
1971 Meaty Beaty Big and Bouncy (kompilasi)
1971 Who's Next
1973 Quadrophenia Rock
1974 Odds and Sods (kompilasi)
1975 The Who By Numbers
1978 Who Are You
1979 The Kids Are Alright (soundtrack)
1981 Face Dances
1982 It's Hard
1984 Who's Last (live)
1990 Join Together (live)
1994 Thirty Years of Maximum R&B (box set)
1996 My Generation: The Very Best of The Who (kompilasi)
1996 Live at the Isle of Wight Festival 1970 (soundtrack)
1999 BBC Sessions (kompilasi)
2002 The Ultimate Collection (kompilasi)
2003 Live at the Royal Albert Hall (live)
2004 The Who: Then and Now (kompilasi)
Website The Who : http://www.thewho.com/

ORESKABAND formed in 2003 when middle school classmates IKASU (guitar & vocal), TOMI (bass & vocal), TAE-SAN (drums), SAKI (trumpet), MORIKO (tenor sax) and LEADER (trombone) got together to start their own band. They started off playing at small clubs in their hometown and quickly built following with their energetic live shows and colorful personalities. A&R reps from record labels caught the underground vibe of the band and by 2006, these talented high schoolers were signed to Sony Music Japan.
From performing at local venues, ORESKABAND has gone on to gain recognition on a national level. An exceptional opportunity came when their song YEAH ! Ska Dance was used in a TV commercial for POCKY, a very popular Japanese candy. The girls themselves appeared in the commercial, which was shot while they were performing on a moving train show-casing their fresh ska-pop sound and lively personalities
Juggling the role of high school students and recording artists, ORESKABAND completed their debut mini album entitled Ore in March 2006 and received massive critical acclaim. In June, the girls collaborated with trombone player/Ska legend Rico Rodriguez on his tribute session album JAPA-RICO RICO RODRIGUEZ MEETS JAPAN with their cover of the Ska classic MONKEY MAN(MONKEY monkey MAN). That summer, the band also got an invitation to perform at the prestigious FUJI ROCK FESTIVAL which they graciously accepted attracting 1000 attendees, a new artist record!
Their popularity was rising high in Japan but the band was not willing to stop there; In March 2007, following the digital release of their US debut single PINOCCHIO, ORESKABAND kicked off their first tour starting from SXSW music festival in Austin, TX, where the full-throttle energy of their performance and their infectious spirit have earn them strong following and a reputation as one of the best discoveries of the festival. Back in Japan, the girls, now fresh out of high school, continued to play nationwide and wrapped up the successful tour with a sold-out show in their hometown Osaka.
August 2007 saw the release of ORESKBAND’s first LP in the U.S., a self-titled compilation of the band’s Ore and WAO (Short for “We Are ORESKABAND!!”) EP’s.
To support the LP, ORESKABAND returned to the states for a very successful performance at Anime Expo in summer 2007. ORESKABAND was also chosen to perform at Warped Tour that summer alongside many established bands. This US Tour proved successful in creating a new international fan base for ORESKABAND.
After seven crowd-rocking WARPED TOUR performances and new found international recognition, ORESKABAND moved forward with a determination to ring their music all over the world. The girls stayed in the U.S. for 3 more months and filmed their debut musical movie “Lock and Roll Forever”, produced by Emmy-Award winning movie producer Barry Rosenbush. ORESKABAND further added to their resume by recording original songs for the movie’s soundtrack with renowned music industry veteran Kaz Utsunomiya and several other veteran sound producers.
When all of the projects for the debut movie were completed, ORESKABAND finally went home to Japan but that did not signal the end of the whirlwind 2007 year for the girls. ORESKABAND capped off 2007 with a successful performance at the prestigious New Year’s Celebration event “COUNTDOWN JAPAN rock festival” in front of a capacity crowd of 5000 attendees.
In Mar. 2008, ORESKABAND returned to the SXSW Music Festival and announced their upcoming performance at VANS WARPED TOUR 2008. ORESKABAND is now in the studio working on their anticipated new album which is scheduled for an Oct. 2008 release in Japan.
ORESKABAND certainly has their hands full with headlining for the VANS WARPED TOUR, releasing their new album, and the premiere of their movie “Lock and Roll Forever”. 2008 is shaping up to be another eventful year in the very young and bright careers of the 6 girls from OSAKA, JAPAN.
My Space Ore Ska Band : http://www.myspace.com/oreskabandus
Download Album Ore Ska Band
Labels: Download, Music, Ore Ska Band, SKA
ni beberapa pendapatnya:
Ska menurut saya: musik nge-beat yang identik dengan alat musik tiup (terompet dan saudaranya).
Ska-phobia itu setau saya nama tarian untuk musik ska yang gerakannya mirip orang melangkah dengan tangan dan kaki dari bagian yang berlawanan diayun-ayunkan (halahh... bingung nulisnya! perlu diperagakan??!) >:/
Ska-mania itu... penyuka musik ska kali... (atau semacam skaholic gitu)
klo menurut kamu music SKA itu gmn ?
klo kalian pengen denger gimana lagu-lagu SKA ciptaan anak negeri download ajah ...
APOLLO 10
download music : http://www.4shared.com/file/87037827/3f8e43be/Apollo_10-JRSC.html
ALASKA-Q
download music : http://www.4shared.com/file/115473633/d0a1d449/Alaska-Q.html
INDO-SKA-MIX gabungan lagu band SKA indie
download music : http://www.4shared.com/file/115797552/457ca698/indoskamix.html
SKA MANIA
download music : http://www.4shared.com/file/115474091/5d1a19e4/Ska_Mania.html
SKA KLINIK
download music : http://www.4shared.com/file/87489528/ab77c948/Ska_klinik.html
DON LEGO
download music : http://www.4shared.com/file/87486825/857d36f0/don_lego.html
dah segini dulu besok akan kami tambah lagi .. download, dengarkan dan mari bedansa pogo bersama kami .. (eyank1968)
2 Tone (or Two Tone) is a music genre created in England in the late 1970s by fusing elements of ska, punk rock, rocksteady, reggae and pop. Within the history of ska music, it is classified as its second wave.[citation needed]
The 2 Tone sound was developed by English musicians (mostly based in the West Midlands area) who grew up hearing 1960s Jamaican music and decided to play a similar style of music. They combined that style with influences from contemporary punk and pop music. The new music genre (and associated subculture) became known as 2 Tone because most of the bands were signed to the record label 2 Tone Records at some point. Other record labels associated with the 2 Tone sound were Stiff Records and Go Feet Records. Bands considered part of the 2 Tone genre include The Specials, The Selecter, The Beat, Madness, Bad Manners and The Bodysnatchers.
The music term 2 Tone was coined by Jerry Dammers of The Specials. Dammers, with the assistance of Horace Panter, created the Walt Jabsco logo to represent the 2 Tone movement. It was based on an early album cover photo of Peter Tosh, and included an added black-and-white check pattern.
for info click :
Bolero
Salah satu jenis topi yang biasa dipakai anak-anak skinhead
Bonehead
Sebutan untuk Skinhead Nazi atau Skinhead Fasis
Boot
Sepatu yang dipakai oleh anak-anak Skinhead. Boot dipakai sebagai bukti kedekatan mereka dengan kelas pekerja yang kental dengan sepatu berpenampilan keras seperti boot. Yang paling dikenal oleh kalangan Skinhead adalah Boot Doc. Martens
Boot adalah busana paling mendasar dari seorang Skinhead. Mereka biasa memakai boot dengan lubang tali 8 hingga 20, boot adalah bentuk alas kaki yang banyak dipakai oleh anak-anak Skinhead pada 1970-an yang menganggap bahwa mereka itu “hard” .
Istilah lain untuk Skinhead
Bootgirl
Istilah lain untuk Skingirl atau cewek Skinhead
Brogues
Slah satu jenis sepatu yang sering dipakai anak-anak Skinhead. Awalnya dipakai karena sepatu-sepatu jenis boot diangap terlampau mencolok mata.
Carecas
Sebutan untuk Skinhead Brazil
Casual
Anak-anak Skinhead yang mengenakan pakaian dan bergaya rambut Skinhead tradisional.
Crombie Boy
Skinhead yang mengenakan jaket crombie, celana jeans Wrangler yang dipotong, sepatu boot Doc. Martens dipadukan dengan kaus kaki berwarna merah terang. Penampilan mereka tampak jelas. Crombie boy berpakaian sangat mirip di seluruh negeri, bbedanya mereka semuanya memakai sweater putih dengan model V neck. Jaket-jaket crombie itu mereka pakai agar tidak disebut sebagai pouffe, feminim.
Derby
Pertandingan dua tim sepakbola yang berasal dari kota yang sama.
Droogs
Secara harfiah, bahasa Inggris lazim menyebut droog sama dengan friend. Droogs adalah kelompok anak-anak muda yang pakaiannya mirip dengan Skinhead, namun tidak mesti berkepala plontos. Mereka berbusana rapi, melengkapi kemejanya dengan bretel, dan menutup kepalanya dengan topi pork-pie atau bolero. Penggambaran yang menarik dapat dilihat dalam buku A Clockwork Orange karya Anthony Burgess dan film dengan judul yang sama karya Stanley Kubrick.
Fanzine
Media Independen yang dibikin secara swakelola dan diedarkan dalam scene underground, dibuat sengaja untuk melayani kebutuhan scene yang tidak terdapat dalam media massa mainstream, isinya perihal gig, clothing, band, iklan, review kaset-kaset indie atau semacamnya.
Gig
Istilah untuk sebutan pertunjukan music
Hard Mods
Anak-anak muda yang mengenakan celana-celana jenas yang bagian bawahnya dilipat keluar dan memakai sepatu-sepatu bot pekerja industri. Mereka adalah kelompok anak muda yang memanfaatkan gaya hanya kompensasi hidup yang keras. Mereka pada akhir 1960-an berkembang menjadi anak-anak Skinhead.
Hooligan
Seseorang yang melakukan tindakan kekerasan dan menyebabkan keonaran, para pendukung klub sepakbola tertentu. Hooligan yang paling kentara dan dikenal adalah yang ada dalam tradisi sepakbola inggris, tonton ajah film berjudul football factory. Semua Skinhead menyukai sepakbola tapi tidak semua skinhead adalah Hooligan, dan tidak semua hooligan itu seorang Skinhead.
Loafers
Jenis sepatu yang sring dipakai anak-anak Skinhead.
Long Feathercut
Gaya rambut cewek-cewek Skinhead
Major label
Industri rekaman utama, perusahaan yang memproduksi kaset-kaset rekaman dengan permodalan , pola perekrutan, administrasi, majemen, promosi dan jaringan distribusi berskala besar.
Mini-Skin
Bocah Skinhead yang usianya masih sangat muda
Mod
Bentuk jamaknya MODS. Yaitu kelompok anak-anak muda khususnya di kawasan Inggris pada tahun 1960-an, yang mengenakan pakaian rapid an mengendarai scooter. Mods berarti anak-anak kelas menengah yang ingin kelihatan rapi, menonjol, dan mampu menandingi penampilan kelas-kelas lainnya. Mereka muncul pada pertengahan 1960-an dengan gaya pakaian Italia-nya. Mods orisinal dikawasan London adalah anak-anak muda yang terbiasa dengan gaya hidup yang tergesa-gesa. Mereka terobsesi akan band the WHO, motor scooter italia dan kesempurnaan gaya personal mereka sendiri.
Puncak kejayaan scene mods orisinal antara 1962-1966 . gaya hidup mods muncul lagi pada akhir 1970-an dan sejak saat itu meluas keseluruh dunia.
Mods mempunyai 4 Aliran, yaitu :
1. Kelompok Art School, yang menjadi cikal bakal anak-anak Glamrock and Glitter, Hippies.
2. Kelompok Mainstream mods yang terkenal dengan musik R&B-nya. Memakai baju-baju setelan, rapi,celana-celana sempit, sepatu-sepatu mengkilap ditemani oleh cewek-cewek jalanan berambut pendek, berkeliaran di sekitar klub-klub malam memamerkan pakaian mereka dan menciptakan tarian-tarian baru
3. Kelompok Scooter boys
4. Kelompok Hard Mods yang pada akhirnya pada tahun 1960-an berkembang menjadi Skinhead.
Oi!
Musik anak-anak Skinhead pada dasarnya adalah musik rock, iramanya lurus dan terkesan monoton mirip mars, istilah Oi! lahir dari lagu band Cockbney Reject berjudul Oi! Oi! Oi!
Polo-shirt
Kaos berkerah yang biasa dikenakan anak-anak Skinhead. merk yang digunakan biasanya Fred perry dan Ben Sherman.
Pork-Pie
Jenis topi yang sering dipakai anak-anak Skinhead
.....
-------------------------------------------------------------------------------------------------
The 2-Tone era saw Aitken performing with the English Beat, touring with mod band Secret Affair, and backed by punk/reggae act the Ruts. In the 80s Aitken regularly toured the U.K. and recorded with British act Potato 5. In 1986 appeared in mod film Absolute Beginners alongside David Bowie. Throughout the late 90s he performed with several third-wave ska acts, including the Toasters and the New York Ska Jazz Ensemble. Most recently, 2002 saw the release of Live at Club Ska.
Our deepest condolences go out to the Laurel's family, friends and fans.
Labels: History, Laurel Aitken, Music, Reggae, SKA


